::sudutruang

Archive for September 21, 2006

5.biput

Singkatan biru putih. Seorang kawan mengatakan “lo harus kasih nama ke barang-barang yang lo punya, biar barang lo awet..” Ya, biput adalah skuter otomatik pertama saya. Skutik merk KYMCO, type TREND SR keluaran 2006.

Belum apa-apa kok sudah ada masalah….

Wed, Sep 20, 2006 at 2:47 PM
Sudah sejak malam hari rencana ke bengkel resmi (BERES) KYMCO Bintaro saya bicarakan dengan istri. Maklum saya dan istri kerja di kantor yang sama di Mampang. Rumah saya di Kembang Larangan Kreo. “Nanti kamu ikut aja dulu samaku, tapi mending gak usah ikut nungguin, takut lama dan katanya biasanya agak lama”, begitu kata saya ke istri. “Berarti barangnya ditinggal di kamu ya” kata istri saya. Ya..kata saya lagi. Maklum itu barang letaknya didalalm plastik dan berukuran besar. Dan itu hanya muat di tempat kaki si biput (trend sr biru putih b6092cgi).
 
Sebetulnya saya sudah datang ke beres bintaro hari Minggu, tapi ternyata hari minggu adalah hari libur (hehe baru tau kalau minggu beres kymco libur)…
 
****
Saya terima sibiput hari Kamis 7 September 2006. Tanpa bunyi cit cit. Pak Manurung yang baik mengantarkannya. Dia menjelaskan semua fitur kymco baru saya. Katanya, sebaiknya pakai kick starter dulu pagi-pagi agar akinya lebih awet. Tangan kirinya pegang stang kiri karena gak perlu digas saat menghidupkan mesin katanya. 3 kali hentakan sibiput hidup. Tanpa di gas. Kemudian dia matikan kembali dan dicoba starter otomatis. “Tekan remnya dulu, ini kunci agar starter otomatis bisa berfungsi menghidupkan mesin…dan gak perlu digas” hehe, jujur saja, saya tidak pengalaman dengan kymco, jadi saya tidak tahu bahwa rem harus ditekan saat starter menggunakan tombol otomatis. Brrmmmm…” hmmm…suaranya agak lebih kasar dibanding trend sr yang saya coba kendarai di delaer kymco bintaro dulu”, tapi…mungkin telinga saya tidak terlatih mendengarkan halus kasarnya mesin motor. So….i’ll take it as granted. Dan motorpun diserah terimakan….
 
Sore harinya langsunglah saya coba, saya jajal ke beberapa polisi tidur yang ada di komplek rumah. Maklum, saya tahu ground clearancenya sangat pendek, hanya 105mm…10cm artinya….Di beberapa polisi tidur terasa bagian bawah motor bergesekan. “mmm, gimana cara ngakalinnya ya?” pikir saya….akhirnya siasatnya hanya satu….jangan kebut di jalanan yang ada polisi tidurnya…hehehe….standar…..ini pasti akan merubah kebiasaan saya agak mengebut di jalan.
 
Sore itu bunyi cit cit belum ada…
 
Sibiput selama seminggu penuh, atau sembilan hari tepatnya,  hanya saya pergunakan untuk keluar komplek dan ke lokasi-lokasi sekitar komplek. Biasanya setiap pagi adik ipar saya antarkan ke luar komplek (jaraknya kurang lebih 3.2km sekali jalan) mengantarkan adik ipar yang sedang mencari kerja, dan sesekali mengantarkan ibu mertua berbelanja ke pasar ciledug…kira-kira 6km lah jaraknya. Hehehe….selama tanpa STNK saya tidak pake helm juga…saya pikir karena dekat-dekat saja.
 
Tepatnya hari Selasa, 12 September,  3 hari sebelum STNK saya selesai, saya mendengar bunyi cit cit cit yang terdengar saat sibiput aku gas hingga 4rpm (kira-kira 40km/jam)….bunyinya mirip tikus….citcitcit…cit cit cit….bunyi apa ya????….
 
Saya bertanya ke milis tentang suara itu…
“Pertama kali kirim email. Selama ini cuma mantau saja… Akhirnya jadi juga beli kymco, TREND SR biruputih…. Emang banyak orang bingung, “kenapa lu belinya kymco sih yung” kata beberapa kawan. Tunggu aja varionya honda, atau beli aja mio atau nouvo….tapi….entah, mungkin karena ngebacain email disini..akhirnya lebih yakin dengan kymco….Sekarang sedang belajar untuk tidak membawa motor terlalu cepat, apalgi di jalan yang berpolisi tidur. Tidak sabar mendapatkan plat nomor biar bisa dibawa ngantor. Di jalan raya jauh lebih enak ngebawanya…. “
Mau tanya ke rekan-rekan, apa normal ada bunyi seperti siulan saat mengendarai si biput ini? :P hehehe…tadi pagi si biput bersiul….

bro Andri Ferdianto ai_zeus@yahoo.com “Suara itu mesti dilacak dulu, sulit kalau melakukan analisa melalui milis. “Saran saya, bro yung (bener ngk) dengerin itu suara, lalu lacak asalnya dari mana. Kalau udah ketemu baru deh bisa dianalisa lebih
lanjut kenapa bisa keluar suara seperti itu”
.
 
Kemudian ada bro Alexander adianto <alexander_adianto@yahoo.com> “Biasanya bunyi kayak gitu nggak mungkin berbahaya, kalo bunyinya sedang jalan pada kecepatan agak tinggi/tinngi dan tidak pada kec rendah, sudah dapat dipastikan bunyi angin”

Kemudian dari bro Riza <rz55153@yahoo.com> “Jangan-jangan malah suara dari helm…. :-? Hehehe,,, coba dicermati lagi, biasanya kalau ada bunyi ngik-ngik adalah suara standar tengah, semprot AP75 atau WD40 beres”.

Nah…ternyata 300km ternyata cepat saja tercapai, hari Senin kemarin akhirnya saya berangkat ke bengkel resmi KYMCO Bintaro…masuk antrian ketiga (sampai disana jam 08.50)…hehe sudah ada 2 treend125 yang masuk antrian pertama…satu trend125 2000 biru tua punya mas teguh yang rumahnya di pamulang, dan kedua, trend125 cantik warna pink metalik dan semua rangkanya dikrom punya mas…duh lupa namanya” Dateng jam 9 kurang, mulai ditangai jam 11-an….lumayan bisa ngobrol ngalor ngidul dengan mas teguh yang kerja di hotel sambil ngopi….
 
Saya beritahukan ke teknisi bahwa ini service pertama saya. Bahkan saya beritahu ke dia kalau saya baru tahu kalau bangku kymco itu harus dibuka untuk mengecek mesinnya, hehehe….kemudian saya beritahu bahwa motor saya berbunyi citcitcit mohon untukdicekkan….”bunyinya darimana mas” saya jawab, saya gak yakin bunyi itu berasal dari mana, tapi yang pasti dia berbunyi kalau rpm saya menunjukkan angka 4 atau kecepatan saya mendekati 40km/jam atau lebih. Kemudian teknisinya mencoba motor saya. Pertama kali mencoba sendiri, kemudian, karena mungkin tidak yakin, akhirnya boncengan berdua dengan teknisi lainnya. Kesimpulan mereka, bunyinya berasal dari ban depan sibiput…saya agak nggak ngeh kenapa dengan ban depannya, tetapi kemudian ban depan itu dilepas dan dibongkar…disetel ‘mungkin’ lebih tepatnya.
 
Siang itu jam 12-an, si biput saya kendarai sampai di kantor mampang tanpa bunyi citcitcit lagi….
 
Tapi malam harinya saat saya kendarai pulang ke larangan bunyi itu muncul kembali…dan bunyinya lebih citcitcit lagi di pagi harinya saat saya berangkat kembali ke kantor….duhhhh…belum bisa ke bengkel lagi karena pekerjaan sedang menumpuk, belum bisa membeli AP75 atau WD40 juga….mudah-mudahan tidak membahayakan…tapi rasanya jadi tidak aman saja.
 
Apakah mungkin bunyinya dari rem cakram depan, karena rasanya kok ban depan saya jadi kerasa lebih ketahan, dan rpm sayapun jadi harus lebih berputar kencang, dan setelan rem depanpun sepertinya jauh lebih dangkal daripada rem belakang….. 
 
******************

Thu, Sep 21, 2006 at 11:24 AM
Pagi tadi menyempatkan diri lagi untuk jalan ke bengkel, tidak tahan dengan 2 hari yang bersuasana ketikus-tikusan…juga perasaan “ini motor kok jadi berat gini ya tarikannya?’
 
Mekaniknya BERES Bintaro langsung menangani sibiput, hehehe, urutan pertama pagi tadi karena datangnya emang pagi…warung depan si ibu yang bisa dipesani kopi saja belum dibuka. Roda diputar dulu dari depan, standar tengah dipake, kok ya gak ada yang aneh kata dia. Si roda dibuka, cakram dibongkar dan dipasang lagi. Coba gih….”kan sampeyan yang biasanya pake, harusnya tarikan udah gak nahan lagi dan juga bunyinya ilang”….saya coba. Putaran 4000 motor sudah bergerak, sukurlah…karena kemaren baru di putaran 5000 motor bergerak. Saya keluar bawa masuk ke jalan raya. 20km/jam gpp, masuk ke tiga pulu di putaran 5000 keluarlah lagi bunyi ajaib itu. Saya balik kanan…”coba deh bos, bunyinya masih ada”….
 
“waduh” kata mekanik yang baik hati itu.
 
Dia juga coba, balik ke bengkel…langsung dia buka penutup bodi di bawah lampu….dia cek rangka yang nyambung ke garpu ban depan…gak ada  masalah…ban belakang diperiksa juga…kencangkan sedikit baut knalpot yang ternyata agak longgar….”coba deh…biar sekalian tau, kita nemu gak sumber bunyinya atau nggak nemu sekalian”….
 
Saya bawa. Agak lama sekarang, 10 menitan…tarik gas….dan bunyinya tetap saja keluar….
 
“walah” kata mekanik yang baik hati itu….
 
Ban dibuka lagi…”coba mas putar roda ini ya, saya yag pegangi”….sang roda 10 saya putar…mulus kok…gak keliatan ada sesuatu yang salah….
 
“Jo**….ada ban nganggur gak di belakang, aku mau cek ini sekalian…kalau pake ban laen masih bunyi ga?”……
Dan digantilah ban saya….
 
Dia coba….sebentar saja, hanya 2 menit…”Sekarang mas coba” kata dia lagi….
 
Saya coba…lagi….
 
Dan bunyi itu HILANGLAH sudah….
Artinya ban nya gak maatching dengan sesuatu di trendsr biru putih saya…..
 
nb:
mekanik yang baik itu namanya Sutarno
thanks no….