::sudutruang

Archive for August 19, 2007

401.make up

Adalah hal biasa menggunakan bedak dan alat-alat kosmetik lain sebelum pengambilan gambar untuk pembuatan film atau program televisi. Biasanya, waktu normal untk me-make up muka sebelum pengambilan gambar adalah selama setengah hingga 1 jam. Lamanya bisa berubah saat skintone aktor/artis/presenter atau narasumber yang diwawancara lebih gelap atau lebih mudah berminyak, apalagi bila wajah mereka disemprot lampu sebesar 3000-5000 watt. Atau bila dalam film yang menggunakan special effect, bisa memakan waktu hingga berjam-jam. Hanya untuk 1 scene pendek saja. Maka jangan pernah remehkan make up artist. Dan dalam profesi saya sebagai camera person, kewajiban saya adalah selalu membawa bedak kemana-mana.

319.ri-1

Sebagai orang nomer 1 di suatu negara besar, dengan luas wilayah luar biasa besar, 1.904.556 km2, serta jumlah penduduk  1.904.556 km² dan jumlah penduduk yang juga luar biasa, mendekati 250 juta jiwa, maka tak heran Susilo Bambang Yudhoyono harus tampil baik di depan kamera. Beruntunglah delvi, seorang kawan yang sekarang bekerja di Astro Awani, stasiun TV berlangganan milik orang Malaysia, yang berkesempatan memegang megang wajah penguasa negara dengan 250 juta jiwa.

before start a talk

Hahaha..Cerita ini nostalgia saja. Gambar di atas adalah suasana sebelum wawancara antara Ishadi SK dengan Presiden RI ke 6 -setelah Soekarno, Soeharto, BJ. Habibie, Abdurahman Wahid (Gus Dur), dan Megawati Soekarno Putri- untuk pembuatan dokumenter TV berjudul HITAM PUTIH RI-1 : Dalam Catatan Ishadi SK. Dari ke 6 nama di atas, kami hanya berhasil mewawancarai 3 di antaranya. Soekarno  sudah tiada, Soeharto entah bagaimana cara bisa menembusnya untuk wawancara dan BJ Habibie terlewat begitu saja karena alasan dana.

Anw, dokumenter ini menjadi nominasi dalam Festifal Film Indonesia Kategori Dokumenter pada tahun 2005, dan akhirnya hanya mendapatkan penghargaan khusus saja di festival yang sama. Karena pembuatan dokumenter inilah, saya jadi tidak mendapatkan kesempatan berangkat ke Aceh saat tsunami terjadi di akhir tahun 2004. Saat itu saya sedang melakukan proses paska produksi, mengejar deadline jadwal tayang. Satu peristiwa maha dashyat, yang saya tidak terlibat dalam peliputannya sama sekali. Saya baru kembali ke Aceh tahun 2006 lalu, setelah mauk ke Aceh sejak tahun 2002 untuk liputan di sana. Ah sudahlah.