Archive for August 29, 2007
419. berbincang dengan adi
“Assalammualaikum” terdengar salam dari ujung sana. Suara seorang perempuan. Saya samasekali tidak mengenalnya. “Wa alaikumsalam” jawab saya sopan. “Masih ingat saya? Saya narasumber anda saat anda liputan di Kebumen. Inget ga? Tahun 2002. Kita sempat nginep sekamar. Duuhh…masa ga inget?” suara perempuan di ujung sana kenes. “Wah, itu 5 tahun lalu” kata saya. “Kok lupa, padahal saya tahu alamat rumahmu, istrimu dan anak-anakmu lo” ngingggg….buset kata saya dalam hati. Ucapannya tetap kenes, tapi isinya adalah ancaman. Saya pasang posisi bertahan. “O ya….memang sedang dimana sekarang” tanya saya, dan dia nyerocos “Saya di jakarta sekarang bla bla bla bla....”
***
Saya panggil dia adi. Mochammad Fatwadi. Teman lama. Kenal sejak kuliah tingkat pertama. Orang pintar. Pekerja keras. Dari dialah pertama kali saya dengar kabar tentang kematian 3 anak Aniek secara bersamaan. Dia telpon saya malam itu.
Sejak awal kuliah, dia tidak begitu bersemangat beraktivitas di lingkungan kampus, dia hanya akan beraktivitas di lingkungan jurusan. Di himpunan pun, HMP Pangripta Loka, dia hanya hadir saat saya memintanya untuk ikut. Baginya mengerjakan tugas kuliah lebih penting. Tapi saya tahu, dia adalah seorang keras yang akan berjuang sekeras mungkin untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. dan saya juga tahu, dia adalah seorang kawan. Perbincangan saya dengan dia beragam. Tetapi kebanyakan mengenai kuliah dulu dan pekerjaan sekarang.
Beberapa hari lalu saya bertemu dengannya, berbincang tentang kuliah double degreenya, MSc untuk Development Strategy di Urban and Regional Planning ITB Bandung, yang sudah dia selesaikan, dan MT, untuk Infrastructure Management di Groningen negeri Belanda, yang akan dia dapatkan 1 tahun dari sekarang. Dia berangkat tanggal 6 September nanti. Saya bertemu dengannya untuk katakan “have fun there friend!”
Di akhir perbincangan, saya lupa satu hal. Meminta foto-foto jaman kuliah dulu. Saya katakan padanya saya akan menulis mengenai kasus Aniek, dan saya membutuhkan foto-foto dokumentasi selama dia kuliah dulu, karena dia dan istrinya hampir selalu berada dalam satu kelompok tugas di kampus dulu. “Masih ada gak ya yung? Ntar gua tanya Erni yung“
***
Dan erni menelpon saya kemarin, dia mengerjai saya dengan mengaku sebagai salah satu narasumber saya di Kebumen dulu. Ampun de ni…hahahaha



