Rutinitas saya setiap malam adalah mengedit setumpuk naskah dari para koresponden dan kontributor daerah, yang jumlahnya 70 orang-an (plus para tuyul mereka). Masing-masing dari mereka, biasanya akan mengirim 1 hingga 3 naskkah, sebutlah rata-rata 2 naskah setiap hari. Jadi, kira-kira ada 140 berita yang saya pilih dan kemudian diperas lagi menjadi 40-45 item berita setiap harinya. Jumlah inilah yang akan kami gunakan untuk menutupi waktu tayang siaran yang panjangnya berkisar antara 95 hingga 105 menit, bergantung pada durasi iklan yang masuk ke program.
Kemudian, diantara kesibukan mengedit naskah, saya akan menyempatkan diri membuka email, dan juga mailing list. Ada yang agak berubah dalam urutan membuka. Biasanya saya mulai dari email pribadi, disini terdapat sejumlah email dari selain kawan-kawan kerja, data-data yang saya kumpulkan dari tempat lain, hingga peluang kerja dan curiculum vitae saya simpan dalam kotak surat saya ini. Kemudian saya akan lanjutkan dengan membuka kotak surat yang berisi email-email dalam milis pantau-narasi, pantau-komunitas, jurnalisme, penulislepas, dan beberapa artikel langganan yang berisi tips dan trick untuk belajar menulis. Barulah kemudian saya buka kotak surat yang berisi isu-isu hangat, kabar berita, gosip, keluhan, ilmu dari divisi pemberitaan trans tv, tempat saya bekerja. Terakhir, baru saya buka kotak-kotak surat lain, dari mulai milis komunitas kampus, scbarat, milis komunitas editor, milis komunitas scriptwriter, milis komunitas penikmat dokumenter, milis tabloid-rumah, property, dll dll dll…
Sekarang, urutannya berubah. Mungkin karena tempat saya bekerja sedang dalam kondisi hangat, maka milis internal divisi pemberitaan akan saya buka terlebih dahulu, dilanjut milis kampus, kotak surat untuk surat-surat pribadi, milis untuk belajar menulis dan baru milis-milis lain…



