Archive for September, 2007
461. was….
3 tahun lalu, saya bersama teman-teman di lantai 3, mengerjakan program ini. Saat itu, saya bertugas sebagai associate producer sekaligus cameraperson. Mas Satrio jadi produsernya. Reporternya ada Ami Lidya Melanrosa (ami), Vera Yuniati (vera), Mutia Suri Ginting (mutia) dan M.Fauzan Mukrim (ochan). Camerapersonnya ada saya, M.Firdaus (daus) , M. Yunus (yunus) serta Selo Ruwandanu (selo) yang merupakan cameraperson cabutan untuk berangkat ke papua waktu itu.
Ochan dan Selo berangkat ke Papua untuk mengerjakan satu episode (yang kemudian justru menjadi 2 episode) yang dashyat mengenai islam di Papua, yaitu Islam di Walesi dan Islam di Wamena. Keduanya terangkum dalam tema Islam di Papua.
Islam di Walesi bercerita tentang yang bercerita mengenai perkembangan masuknya islam di Papua. Masuknya islam di sana diyakini berasal dari Kerajaan Islam Bacan dan Kerajaan Raja Ampat di Maluku –pada abad 16– yang berdekatan dengan tanah Papua. Kerajaan Bacan tercatat menguasai beberapa wilayah di pesisir Papua yaitu Waigeo, Misool, Waigama dan Salawati. Sementara Kerajaan Raja Ampat merupakan kepanjangan tangan dari Kerajaan Islam di Ternate dan Tidore. Kemudian cerita bergulir ke sebuah suku di lembah baliem bernama walesi, dimana kepala suku nya dipanggil Pak Haji dan menganut islam. Haji Aipon Asso. walau muslim, Aipon Asso tetap memimpin upacara bakar batu di sukunya. “jangan paksa agama” kata dia saat diwawancara.
Islam di Wamena, bercerita tentang perjuangan seorang anggota jamaah tabligh yang berdakwah disana sejak tahun 70. Beberapa tahun setelah misionaris kristen turun ke tanah Papua.
Tentang jamaah tabligh, Yunus lah yang mengerjakan. Dia jadi reporter sekaligus cameraperson. Usahanya luar biasa, karena JT bukanlah organisasi yang mau diekspose. Mereka adalah komunitas tertutup, yang menganggap liputan yang kami lakukan akan lebih banyak mudharatnya dibanding manfaatnya. Namun akhirnya Yunus berhasil menembus mereka di Medan. “Lu gak kalau dari John Stenmeyer, fotografer biro foto VII, yang juga bisa membuat gambar mereka saat pertemuan tahunan mereka di India sana”.
Saya sendiri sempat mengambil gambar untuk episode Islam di Lombok, yang isinya terdiri dari Perkembangan Islam di Lombok, Komunitas Wet Tau Telu yang merupakan penganut islam sinkretis (Islam-Hindu) dan usaha seorang ustadz untuk berdakwah disana..Saya juga sempat mengerjakan mengenai Ahmadiyah. Episode Ahmadiyah telah jadi, sayang waktu itu terpaksa kami membatalkan penayangannya walau sudah siap tayang, karena alasan keamanan organisasi mereka. Saya liputan jauh sebelum markas Ahmadiyah di Parung itu diobrak abrik oleh sebagian orang islam juga. Satu episode lain yang tidak jadi tayang adalah cerita tentang Kampung Panjalu dan Kampung Naga di Tasikmalaya.
Ada satu episode yang dikerjakan hampir seluruhya oleh Zaenal, koresponden Surabaya. Episode Syiah. Liputan ini, mungkin merupakan titik awal penguatan keyakinan dia sebagai penganut syiah. Berlainan dengan kebanyakan penganut islam di Indonesia yang menganut islam sunni.
Ada 32 episode yang kami buat, dari yang bentuknya sejarah islam di jaman dulu yang bertajuk Islam di Aceh, Sumatera TImur, dll; hingga ke islam kontemporer seperti episode tentang NU, Muhammadiyah, LDII, Lasykar Jihad dan Ahmadiyah. Episode lengkap dan jadwal tayangnya dulu adalah sbb :
15/10/2004 Sejarah Masuknya Islam
16/10/2004 Islam di Aceh
17/10/2004 Islam di Sumatera Timur
18/10/2004 Islam di Palembang & Siak
19/10/2004 Maulana Malik Ibrahim_Sunan Ampel & Sunan Giri
20/10/2004 Sunan Bonang & Sunan Drajat
21/10/2004 Sunan Kalijaga
22/10/2004 Sunan Gunung Jati
23/10/2004 Sunan Kudus & Sunan Muria
24/10/2004 Islam di Bali
25/10/2004 Islam di Lombok
26/10/2004 Islam di Kalimantan Barat
27/10/2004 Islam di Kalimantan Selatan & Kalimantan Timur (Banjar+Kutai)
28/10/2004 Islam Cikoang Sulawesi Selatan
29/10/2004 Islam di Maluku
30/10/2004 Islam di Buton Sulawesi Tenggara
31/10/2004 Islam di Papua 1 (Walesi)
01/11/2004 Islam di Papua 2 (Wamena)
02/11/2004 Umat Islam Menentang Penjajah
03/11/2004 Pesantren Purba
04/11/2004 Besilam
05/11/2004 Panjalu Kp. Naga
06/11/2004 Syiah
07/11/2004 Jamaah Tabligh
08/11/2004 Islam Jamaah LDII
09/11/2004 Laskar Jihad/Salafy
10/11/2004 Muslim Tionghoa
11/11/2004 Muhammadiyyah
12/11/2004 NU
13/11/2004 Kesimpulan
Produser : Satrio Arismunandar
Associate Produser : Budi Afriyan
Camera Person : Budi afriyan, M. Yunus, M. Firdaus, Selo Ruwandanu
Reporter : Ami Lidya Melanrosa, Vera Yuniati, Mutia Suri Ginting, M. Fauzan Mukrim
Grafis :
Editor : Tim Pejaten
457. bingung
gila juga. rutinitas yang itu-itu saja sejak awal bulan puasa kemarin ternyata membuat otak saya cupet dan ba-al. saya bahkan tidak bisa mengetikkan kata kunci yang hendak saya cari di Pusat Informasi Kompas, yang jadi referensi awal saya biasanya sebelum saya hendak melakukan suatu pekerjaan tertentu.
Ampun. Ternyata pisau yang skarang saya mainkan memang bermata dua. Satu mengiris kemampuan saya untuk meyakinkan klien. Sisi lainnya, ya itu tadi, cupet! Ampun…
451. perang dimulai
Berawal dari satu email, bagai bola jadi bola liar di milis internal kantor. Sekarang bolanya dipukul beramai-ramai…hahaha…what a life
449. bermain

Sudah lama saya tidak bermain. Ah ya, mungkin lebih tepat disebut, sudah lama saya tidak secara sadar memuuskan untuk bermain. Berawal dari ramainya milis komunitas scbarat dalam sebulan terakhir mengenai green energy, microcredit, creative economy dll, akhirnya isu bergerak ke isu pemilihan Ketua IA ITB.
Berawal dari email Andrianto Soekarnaen, alumni fisika 90, yang sekarang jadi managing editor di businessweek edisi indonesia, berjudul me & betty, akhirnya isu mengenai ketua alumni itb, atau lebih tepatnya penggiringan dukungan ke Betti S. Alisjahbana (BA) sebagai calon ketua ia itb periode 2007-2011 mulai bergulir. Sayapun coba mengikuti dan coba untuk mengerti. Tak terjadi perdebatan berarti, kecuali candaan khas anak-anak scbarat yang seringkali gak jelas –pemilihan ganteng utama misalnya– dan ngelantur kamana-mana. Yang terjadi justru penambahan anggota tim sukses BA yang tergabung di milis scbarat, seperti Hendra Kusumah, alumni MS93 yang sekarang aktif di DPP PDI perjuangan, Iman Suhirman, alumni FI90 yang menggawangi Lembaga Survei Indonesia. Ketiganya adalah anggota milis yang terang-terangan menyatakan diri sebagai tim sukses BA.
Hingga ribut-riubut di milis, saya masih belum tertarik ikut bermain. Tapi setelah saya mengisi form dukungan yang disodorkan Deni Iskandar, alumni SR94, sesainer grafis yang sama-sama bekerja di kantor yang sama dengan saya, akhirnya saya memutuskan untuk ikut bermain.
Saya ikut bermain dengan alasan yang sama dengan alasan Andrianto. Saya hanya ingin belajar sambil bermain.
447. kaget
Tengah malam kemarin saya kaget, karena tiba-tiba saya dipanggil oleh faried, salah seorang kawan di TRANS7, yang dahulu bekerja di TRANS TV. Faried adalah salah satu SGH (Sales Group Head) di TV tempatnya bekerja.
“gua buka blog lu yung, hehe” katanya saat memulai pembicaraan. Tutur kata faried khas, seingat saya, karena selalu diakhiri dengan kekehan di belakangnya. Ramah dan selalu bersikap baik dan tenang. Cocok untuk jadi seorang SGH yang memiliki pressure kerja yang sangat tinggi, apalagi dikaitkan dengan target penjualan yang ditetapkan gila-gilaan oleh sang pemilik (tentu saja dengan embel-emebl besaran bonus dan komisi yang besar ya Pak, hahaha)
“Ried, kalau gua nanya lagi harga blokingan di tempat lo jangan gak dijawab ya, hehehe”
443. pulang
Seorang lagi, seorang abang, kawan, tempat belajar, berpulang, Minggu menjelang tangah malam kemarin. Ardian Sulong Hasibuan, koresponden TRANS TV di Jambi. Semoga dilapangkan dan diterangkan kubur mu. Semoga diberi ketabahan keluargamu. Mohon semua kawan yang mengenal memaafkan dan menghabiskan utang-utangnya.
Selamat jalan Bang. sebentar pun kami pasti menyusul mu.
439. another jobs wait!
setelah 1audiovideoproject dan 6audioproject selesai, sementara 2audiovidoproject lainnya sedang dalam pengerjaan..
437. duapuluh jam mata terbuka
Mudah-mudahan dengan 4 jam mata tertutup, fisik saya tidak cepat lelah. Dengan 4 jam saja mata saya tertutup, mental saya, saya jaga tetap prima.
***
Seminggu terakhir yang melelahkan, karena harus menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang pernah saya iyakan. Beberapa pekerjaan datang mendadak, bahkan saat saya masih berada di luar kota. Setelah sampai di Kota Masohi, Ibukota Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, beberapa bulan lalu, seminggu lalu kaki saya menginjak Kota Kendari di Sulawesi Tenggara. Baru beberapa hari di Kendari, telepon saya bedering, meminta saya untuk melanjutkan perjalanan ke ibukota Propinsi Kepulaaan, Kota Tanjung Pinang.
“Duh Bosss….gua mendingan keilangan materi daripada kehilangan kawan karena tidak bisa maksimal mengerjakan pekerjaan“
433. chaos
“Kalau seniman mah boleh ngaco nya Taff?”Chaos itu diperlukan untuk menguji order met…sampe kiamat kita perlu seniman, desainer dan mahluk-mahluk kreatif untuk menguji asumsi-asumsi mengenai pandangan atau kebenaran yang secara mapan sudah tertancap di benak kita…kebebasan artistik dan inovasi kadang bisa digunakan untuk mencairkan kekakuan struktur berfikir…membawa kita kepada ide-ide baru yang bisa digunakan untuk menjawab persoalan sehari-hari. Hal ini jauh lebih berguna ketimbang menyikapi kebuntuan dengan amuk dan frustasi
—–
salah satu yang terlupa dari alam bawah sadar saya. …bahwa ketidak teraturan akan bisa memecahkan keteraturan..bisa menguji kebenaran. bisa membuat kita terus berpikir tesis antitesis dan sintesis…ah sudahlah….
Salam,
-Gustaff
***
Penjelasan dari seorang kawan yang sangat saya sukai mengenai perlunya chaos untuk menguji order.



