::sudutruang

Archive for my jobs

547.hijrah

“. . . selamat tahun baru hijriah. awal dari semuanya. hijrah menuju kebaikan. amin”

sms dari salah satu manajemen puncak di kantor saya, menyadarkan saya tentang makna tahun baru hijriah. kok ya saya bisa lupa bahwa tahun hijriah diawali dengan hijrahnya rasulullah saw ke madinah. beliau hijrah untuk kebaikan. pindah untuk kebaikan. semoga semua kawan yang berpindah, berhijrah, adalah menuju kebaikan. amin.

541.firstpost on sun&lunar year

awal tahun yang penuh peristiwa. tempat saya bekerja sekarang adalah sebuah organisasi besar, berjumlah seitar 2000 orang manusia. organisasi yang sedang mengalami fase chaos. fase ketidkteraturan. suatu tahapan yang normal dalam suatu organisasi. sejumlah orang memutuskan untuk berpindah tempat kerja dengan beragam alasan. uang adalah alasan yang paling banyak dikemukakan dan saya dengar. selain hilangnya kenyamanan bekerja.

setiap organisasi pasti akan melewati fase ini, mungkin hampir sepasti kematian bagi manusia. unsur-unsur dalam organisasi saling bertabrakan. menguji keseimbangan keseluruhan sistem yang telah sempat bertahan. kesetimbangan lama bergoyang. unsur-unsurnya bergerak liar saling bertumbukan dan bersentuhan. kesetimbangan baru atau kematian adalah hasil dari terjadinya ketidaksetimbangan. penciptaan alam semesta yang dipercaya diawali dengan ‘ledakan dashyat’ atau bigbang menghasilkan sistem tata surya kita sekarang. tetap hidup dan terus berproses hingga saatnya nanti meledak kembali. kiamat.

organisasi ini harus mendapatkan kesetimbangan baru untuk selamat dan kembali melakukan pantulan. bouncng. keluarnya unsur kuat, seperti keluarnya salah satu anggota board of director tentu saja akan menambah kekacauan pada awalnya. dia adalah patih dalam permainan catur. sang pemain menurut saya memang sengaja mengorbankan sang patih untuk kemenangan. atau mungkin minimal remis. itu menurut saya. sejumlah kawan menganggap matinya patih adalah kemenangan. padahal kita sama sekali belum menang. menang adalah saat raja mati untuk kematian raja, maka semua buah catur harus dimainkan untuk mengepungnya.

sekali lagi, keluarnya patih jangan pernah dianggap sebagai sebuah kemenangan dalam permainan.

(ps:saya sndiri bingung membacanya sebenarnya. biarlah)

461. was….

3 tahun lalu, saya bersama teman-teman di lantai 3, mengerjakan program ini. Saat itu, saya bertugas sebagai associate producer sekaligus cameraperson. Mas Satrio jadi produsernya. Reporternya ada Ami Lidya Melanrosa (ami), Vera Yuniati (vera), Mutia Suri Ginting (mutia) dan M.Fauzan Mukrim (ochan). Camerapersonnya ada saya, M.Firdaus (daus) , M. Yunus (yunus) serta Selo Ruwandanu (selo) yang merupakan cameraperson cabutan untuk berangkat ke papua waktu itu.

Ochan dan Selo berangkat ke Papua untuk mengerjakan satu episode (yang kemudian justru menjadi 2 episode) yang dashyat mengenai islam di Papua, yaitu Islam di Walesi dan Islam di Wamena. Keduanya terangkum dalam tema Islam di Papua.

Islam di Walesi bercerita tentang  yang bercerita mengenai perkembangan masuknya islam di Papua. Masuknya islam di sana diyakini berasal dari Kerajaan Islam Bacan dan Kerajaan Raja Ampat di Maluku –pada abad 16– yang berdekatan dengan tanah Papua. Kerajaan Bacan tercatat menguasai beberapa wilayah di pesisir Papua yaitu Waigeo, Misool, Waigama dan Salawati. Sementara Kerajaan Raja Ampat merupakan kepanjangan tangan dari Kerajaan Islam di Ternate dan Tidore. Kemudian cerita bergulir ke sebuah suku di lembah baliem bernama walesi, dimana kepala suku nya dipanggil Pak Haji dan menganut islam. Haji Aipon Asso. walau muslim, Aipon Asso tetap memimpin upacara bakar batu di sukunya. “jangan paksa agama” kata dia saat diwawancara.

Islam di Wamena, bercerita tentang perjuangan seorang anggota jamaah tabligh yang berdakwah disana sejak tahun 70. Beberapa tahun setelah misionaris kristen turun ke tanah Papua.

Tentang jamaah tabligh, Yunus lah yang mengerjakan. Dia jadi reporter sekaligus cameraperson.  Usahanya luar biasa, karena JT bukanlah organisasi yang mau diekspose. Mereka adalah komunitas tertutup, yang menganggap liputan yang kami lakukan akan lebih banyak mudharatnya dibanding manfaatnya. Namun akhirnya Yunus berhasil menembus mereka di Medan. “Lu gak kalau dari John Stenmeyer, fotografer biro foto VII, yang juga bisa membuat gambar mereka saat pertemuan tahunan mereka di India sana”.

Saya sendiri sempat mengambil gambar untuk episode Islam di Lombok, yang isinya terdiri dari Perkembangan Islam di Lombok, Komunitas Wet Tau Telu yang merupakan penganut islam sinkretis (Islam-Hindu) dan usaha seorang ustadz untuk berdakwah disana..Saya juga sempat mengerjakan mengenai Ahmadiyah. Episode Ahmadiyah telah jadi, sayang waktu itu terpaksa kami membatalkan penayangannya walau sudah siap tayang, karena alasan keamanan organisasi mereka. Saya liputan jauh sebelum markas Ahmadiyah di Parung itu diobrak abrik oleh sebagian orang islam  juga. Satu episode lain yang tidak jadi tayang adalah cerita tentang Kampung Panjalu dan Kampung Naga di Tasikmalaya.

Ada satu episode yang dikerjakan hampir seluruhya oleh Zaenal, koresponden Surabaya. Episode Syiah. Liputan ini, mungkin merupakan titik awal penguatan keyakinan dia sebagai penganut syiah. Berlainan dengan kebanyakan penganut islam di Indonesia yang menganut islam sunni.

Ada 32 episode yang kami buat, dari yang bentuknya sejarah islam di jaman dulu yang bertajuk Islam di Aceh, Sumatera TImur, dll; hingga ke islam kontemporer seperti episode tentang NU, Muhammadiyah, LDII, Lasykar Jihad dan Ahmadiyah. Episode lengkap dan jadwal tayangnya dulu adalah sbb :

15/10/2004 Sejarah Masuknya Islam
16/10/2004 Islam di Aceh
17/10/2004 Islam di Sumatera Timur
18/10/2004 Islam di Palembang & Siak
19/10/2004 Maulana Malik Ibrahim_Sunan Ampel & Sunan Giri
20/10/2004 Sunan Bonang & Sunan Drajat
21/10/2004 Sunan Kalijaga
22/10/2004 Sunan Gunung Jati
23/10/2004 Sunan Kudus & Sunan Muria
24/10/2004 Islam di Bali
25/10/2004 Islam di Lombok
26/10/2004 Islam di Kalimantan Barat
27/10/2004 Islam di Kalimantan Selatan & Kalimantan Timur (Banjar+Kutai)
28/10/2004 Islam Cikoang Sulawesi Selatan
29/10/2004 Islam di Maluku
30/10/2004 Islam di Buton Sulawesi Tenggara
31/10/2004 Islam di Papua 1 (Walesi)
01/11/2004 Islam di Papua 2 (Wamena)
02/11/2004 Umat Islam Menentang Penjajah
03/11/2004 Pesantren Purba
04/11/2004 Besilam
05/11/2004 Panjalu Kp. Naga
06/11/2004 Syiah
07/11/2004 Jamaah Tabligh
08/11/2004 Islam Jamaah LDII
09/11/2004 Laskar Jihad/Salafy
10/11/2004 Muslim Tionghoa
11/11/2004 Muhammadiyyah
12/11/2004 NU
13/11/2004 Kesimpulan

Produser : Satrio Arismunandar

Associate Produser : Budi Afriyan

Camera Person : Budi afriyan, M. Yunus, M. Firdaus, Selo Ruwandanu

Reporter : Ami Lidya Melanrosa, Vera Yuniati, Mutia Suri Ginting, M. Fauzan Mukrim

Grafis :

Editor : Tim Pejaten

451. perang dimulai

Berawal dari satu email, bagai bola jadi bola liar di milis internal kantor. Sekarang bolanya dipukul beramai-ramai…hahaha…what a life

439. another jobs wait!

setelah 1audiovideoproject dan 6audioproject selesai, sementara 2audiovidoproject lainnya sedang dalam pengerjaan..

427. rutinitas

Rutinitas saya setiap malam adalah mengedit setumpuk naskah dari para koresponden dan kontributor daerah, yang jumlahnya 70 orang-an (plus para tuyul mereka). Masing-masing dari mereka, biasanya akan mengirim 1 hingga 3 naskkah, sebutlah rata-rata 2 naskah setiap hari. Jadi, kira-kira ada 140 berita yang saya pilih dan kemudian diperas lagi menjadi 40-45 item berita setiap harinya. Jumlah inilah yang akan kami gunakan  untuk menutupi waktu tayang siaran yang panjangnya berkisar antara 95 hingga 105 menit, bergantung pada durasi iklan yang masuk ke program.

Kemudian, diantara kesibukan mengedit naskah, saya akan menyempatkan diri membuka email, dan juga mailing list. Ada yang agak berubah dalam urutan membuka. Biasanya saya mulai dari email pribadi, disini terdapat sejumlah email dari selain kawan-kawan kerja, data-data yang saya kumpulkan dari tempat lain, hingga peluang kerja dan curiculum vitae saya simpan dalam kotak surat saya ini. Kemudian saya akan lanjutkan dengan membuka kotak surat yang berisi email-email dalam milis pantau-narasi, pantau-komunitas, jurnalisme, penulislepas, dan beberapa artikel langganan yang berisi tips dan trick untuk belajar menulis. Barulah kemudian saya buka kotak surat yang berisi isu-isu hangat, kabar berita, gosip, keluhan, ilmu dari divisi pemberitaan trans tv, tempat saya bekerja. Terakhir, baru saya buka kotak-kotak surat lain, dari mulai milis komunitas kampus, scbarat, milis komunitas editor, milis komunitas scriptwriter, milis komunitas penikmat dokumenter, milis tabloid-rumah, property, dll dll dll…

Sekarang, urutannya berubah. Mungkin karena tempat saya bekerja sedang dalam kondisi hangat, maka milis internal divisi pemberitaan akan saya buka terlebih dahulu, dilanjut milis kampus, kotak surat untuk surat-surat pribadi, milis untuk belajar menulis dan baru milis-milis lain…

401.make up

Adalah hal biasa menggunakan bedak dan alat-alat kosmetik lain sebelum pengambilan gambar untuk pembuatan film atau program televisi. Biasanya, waktu normal untk me-make up muka sebelum pengambilan gambar adalah selama setengah hingga 1 jam. Lamanya bisa berubah saat skintone aktor/artis/presenter atau narasumber yang diwawancara lebih gelap atau lebih mudah berminyak, apalagi bila wajah mereka disemprot lampu sebesar 3000-5000 watt. Atau bila dalam film yang menggunakan special effect, bisa memakan waktu hingga berjam-jam. Hanya untuk 1 scene pendek saja. Maka jangan pernah remehkan make up artist. Dan dalam profesi saya sebagai camera person, kewajiban saya adalah selalu membawa bedak kemana-mana.

319.ri-1

Sebagai orang nomer 1 di suatu negara besar, dengan luas wilayah luar biasa besar, 1.904.556 km2, serta jumlah penduduk  1.904.556 km² dan jumlah penduduk yang juga luar biasa, mendekati 250 juta jiwa, maka tak heran Susilo Bambang Yudhoyono harus tampil baik di depan kamera. Beruntunglah delvi, seorang kawan yang sekarang bekerja di Astro Awani, stasiun TV berlangganan milik orang Malaysia, yang berkesempatan memegang megang wajah penguasa negara dengan 250 juta jiwa.

before start a talk

Hahaha..Cerita ini nostalgia saja. Gambar di atas adalah suasana sebelum wawancara antara Ishadi SK dengan Presiden RI ke 6 -setelah Soekarno, Soeharto, BJ. Habibie, Abdurahman Wahid (Gus Dur), dan Megawati Soekarno Putri- untuk pembuatan dokumenter TV berjudul HITAM PUTIH RI-1 : Dalam Catatan Ishadi SK. Dari ke 6 nama di atas, kami hanya berhasil mewawancarai 3 di antaranya. Soekarno  sudah tiada, Soeharto entah bagaimana cara bisa menembusnya untuk wawancara dan BJ Habibie terlewat begitu saja karena alasan dana.

Anw, dokumenter ini menjadi nominasi dalam Festifal Film Indonesia Kategori Dokumenter pada tahun 2005, dan akhirnya hanya mendapatkan penghargaan khusus saja di festival yang sama. Karena pembuatan dokumenter inilah, saya jadi tidak mendapatkan kesempatan berangkat ke Aceh saat tsunami terjadi di akhir tahun 2004. Saat itu saya sedang melakukan proses paska produksi, mengejar deadline jadwal tayang. Satu peristiwa maha dashyat, yang saya tidak terlibat dalam peliputannya sama sekali. Saya baru kembali ke Aceh tahun 2006 lalu, setelah mauk ke Aceh sejak tahun 2002 untuk liputan di sana. Ah sudahlah.

311. pantura

daerah ini emang eksotis, terutama masyarakatnya. hahaha

307.finished

yes, one finished. another wait.

Older entries »